07.53

Galih Sedayu dari Air Photography Sampai Fotografi Bergerak


Oleh:

Nimas Novi Dwi Arini 210110080009

Air Photography Comunications sudah terkenal di kalangan para pecinta fotografi yang berada di Bandung dengan sebutan Air saja. Air merupakan lembaga kecil yang bergerak di bidang komunikasi, pencitraan, aktivitas edukasi dan pengelolaan komunitas melalui fotografi. Berdiri sejak 17 Agustus 2004 di kota kembang Bandung, Air berusaha untuk memenuhi kebutuhan para pencinta fotografi yang beragam. Bidang-bidang seperti pengelolaan program-program kreatif seperti festival, kompetisi, pameran, seminar, workshop, diskusi dan segala aktivitas fotografi sudah banyak digelar oleh Air Photography. Sebuah peradaban baru dibuat oleh Air yaitu peradaban fotografi yang selalu bergerak, berubah dan mengalir. Tidak bisa dipungkiri memang fotografi selalu berubah dan berkemabang sejak awal penemuan fotografi hingga kini.

Air dan fotografi tidak bisa dilepaskan, begitu juga dengan Galih Sedayu. Galih Sedayu merupakan orang di balik layar Air Photography Comunications. Galih Sedayu adalah pegiat fotografi yang menjadi pendiri sekaligus pengelola Air Photography Comunications. Ia mulai menggeluti fotografi sejak 1999 dengan berguru kepada Alm. Andhika Prasetya. Seperti yang ia tulis di dalam blog pribadinya fotografi sama dengan kehidupan yang selalu bergerak, berubah dan mengalir. Filsofi inilah yang membuat Galih Sedayu menjadi seseorang yang sangat memperhatikan perkembangan fotografi terutama di Bandung. Menjadi juri lomba fotografi dan juga pengajar sudah digelutinya sejak lama, ia bukan hanya menjadi seorang fotografer saja tetapi juga pegiat. Acara-acara besar fotografi juga banyak lahir dari gagasan-gagasannya seperti “Bandung 200 Years Photofest”, “Bandung Photo Speak”, “Photography on the Move”, “Braga Photofest” dan Kampanye “Fotografi Bergerak”.

Fotografi Bergerak yang merupakan gagasan Galih Sedayu adalah sebuah media informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan dunia fotografi baik itu berupa karya foto, tulisan fotografi, forum komunitas foto, info produk foto maupun kegiatan kreatif fotografi. Fotografi Bergerak bisa ditemui di alamt blog www.fotografibergerak.wordpress.com . Masih dengan gagasan Gali Sedayu yaitu “Bandung 200 Years Photofest” yang sudah diadakan sejak 1 Januari 2010 dan akan berakhir Desember 2010. Di dalam acara ini sudah banyak serangkain acara-acara fotografi yang digelar. Seperti setiap bulannya diadakan lomba foto dengan tema-tema yang berkaitan dengan Bandung dan diskusi ataupun workshop yang diadakan untuk memeriahkan acara ulang tahun Bandung yang ke 200. Tidak hany lomba-lomba ataupun workshop yang diorganisir oleh Air kebanyakn malah pameran-pameran dan workshop diadakan oleh komunitas-komunitas fotografi dari berbagai universitas ataupun independen.

Seperti yang Galih Sedayu katakan di dalam blog pribadinya, “Fotografi selalu menjadi magnet bagi semua anak manusia yang peduli akan jejak visual dalam sebuah peradaban cahaya agar kemudian dapat ditorehkan pada totem sejarah dunia.” Fotografi Bergerak dan Bandung 200 Years Photofest merupakan langkah yang baik untuk membuat iklim peradaban yang baru untuk fotografi di Indonesia terutama bagi kaum muda.

Referensi:

http://galihsedayu.multiply.com/journal

http://fotografibergerak.wordpress.com/about-fotografi-bergerak/

http://airfotografi.multiply.com/

http://fotografius.wordpress.com/about/

04.29

Pameran Fotografi Rutinitas


Rutinitas merupakan suatu hal yang pasti dalam kehidupan kita. Dalam rutinitas ini muncul informasi yang berubah dari waktu ke waktu. Informasi ini membentuk suatu pola tertentu meskipun secara sekilas terlihat random. – LPM on the move


Dalam rangka dua tahun pendiriannya, Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers mahasiswa Momentum Universitas Langlangbuana, mengadakan pameran foto dengan tema “Rutinitas” di Kampus Universitas Langlangbuana, Jalan. Karapitan, Kota Bandung.

Rica Mardiany S, Ketua Pelaksana Pameran “Rutinitas” Universitas Langlangbuana, mengatakan, “Awalnya muncul ide pameran dengan tema wajah perempuanku, tapi setelah dirundingkan akhirnya tema yang diambil dari Rutinitas.”

Pameran dimulai dari 31 Mei 2010,yang digelar di lobby kampus dengan tujuan mahasiswa di kampus bisa turut menikmati karya foto.

Foto yang dipamerkan berasal dari Komunitas fotografi LP Momentum, total foto ada 32 dari Lembaga Pers Mahasiswa Momentum, dan 21 dari Komunitas Lubang Jarum Indonesia.

Pada Selasa (1/6) diselenggarakan diskusi jurnalistik,dengan pembicara dari Surat Kabar Harian Pikiran Rakyat dan dari Komunitas Lubang Jarum Indonesia, Dudi Sugandi dan Deni Sugandi. Materi diskusi fotografi membahas tentang alih rupa dalam dunia foto jurnalistik. Diskusi fotografi ini diikuti anggota Lembaga Pers mahasiswa Momentum Universitas Langlangbuana dan beberapa anggota komunitas fotografi lainnya, yaitu dari KLJI dan Unpas.


Pada hari ketiga diisi acara akustik dan penutupan acara. Dengan mengadakan kegiatan Pameran dan diskusi ini, Ketua Pelasana Pameran Rutinitas, Rica mengatakan ingin dapat mewujudkan harapan LP Momentum, yaitu ingin lebih memajukan, membebaskan kreativitas, memperluas ruang lingkup, dan bekerja sama dengan komunitas fotografi lain.

Salah satu bentuk kerja sama yang akan diwujudkan yaitu LP Momentum akan mengadakan event dengan KLJI pada 1 Juli mendatang, yaitu kegiatan workshop membuat kamera sampai pengambilan objek, jadi berkreativitas dengan kamera yang ada. Bagi teman-teman yang berminat membuat kamera sendiri, silahkan datang di event KLJI bersama Universitas Langlangbuana pada 16 dan 20 Juni 2010 nanti, infonya dapat dilihat di :
http://www.facebook.com/group.php?gid=76704649492#!/event.php?eid=130812293611943&ref=mf


Written and Photo by:
Agne Yasa (210110080012)

Referensi :
http://bandung200photofest.wordpress.com/
01.13

Romain Osi - Fotografer Prancis Berpetualang di Bandung

Romain Osi adalah anggota dari agensi perkumpulan fotografi Picture Tank. Sebagai fotografer independen, ia bekerja berdasarkan pesanan secara regular bersama beberapa institusi dan agensi komunikasi, memberikan workshop seni dan bekerjasama dengan penerbit serta pers Prancis dan internasional.

Sering dijuluki sebagai fotografer petualang. Kali ini, Romain Osi menjadi salah satu orang asli Prancis yang berkontribusi dalam rangkaian acara Pengenalan Budaya Prancis oleh Centre Culturel Français (CCF) Bandung.

Centre Culturel Français Bandung merupakan bagian dari jaringan lembaga kebudayaan Prancis di Indonesia (CCF dan CCCL). Misi utama CCF terutama adalah mengembangkan pertukaran budaya dan sains antara Prancis dan Indonesia melalui berbagai kegiatan (Konferensi, Pameran, Seminar, Pemutaran Film).

Memasuki musim semi di Prancis tahun 2010 ini, rangkaian kegiatan dalam pengenalan budaya Prancis digelar oleh CCF dari bulan April sampai Juli.

Saverine Claire, penanggung jawab rangkaian acara pengenalan budaya dari CCF , mengatakan, “Musim semi di Prancis dirayakan sebagai “reborn” atau kelahiran kembali. Di Prancis ketika musim semi juga diadakan berbagai festival untuk merayakannya.”

Di Bandung, CCF juga mengadakan festival dengan tujuan Pengenalan Budaya Prancis kepada masyarakat di kota Bandung. Berbagai kegiatan budaya siap digelar di CCF Bandung, seperti pameran, pertunjukan seni tari, teater, musik, pembacaan puisi, dan lain-lain.

Pameran Fotografi bertajuk Urban Dream dan event “Keluyuran” merupakan kegiatan tentang fotografi yang juga digagas oleh CCF dan melibatkan Fotografer dari Perancis, Romain Osi.


Pameran Fotografi Urban Dream
Selasa 3 Mei, Kamis, 27 Mei, pukul 10.00 19.00
Pembukaan senin 3 Mei – 19.00 Galerie Esp’Art, CCF Bandung

Pameran Urban Dream, mengirimkan kita kembali pada bayangan kita sebagai manusia urban, yang terombang-ambing di antara ruang-ruang kehidupan, saat-saat mengambang, tempat-tempat untuk berkegiatan, menunggu atau tempat-tempat lain, di mana pikiran-pikiran kita yang bercampur-baur bergerak. Teater perkotaan yang luar biasa, kebiasaan kita yang luar biasa.






“Keluyuran”
Minggu 16 Minggu 30 Mei Di Jalanan Kota Bandung.

Dalam rangka memperingati ulang tahun Bandung yang ke 200 tahun, seniman fotografi Romain Osi, mempersembahkan foto wajah kota, bekerjasama dengan Common Room dan Pemerintah Kota Bandung.
Dunia yang bergerak di atas kepala dan lingkungan urban ada dalam pencitraannya. Pameran ini diselenggarakan dalam beberapa tempat di kota Bandung.

Pameran ini memberikan pada masyarakat kota Bandung mengenai potret cerminan Bandung dan harta kekayaannya pada zaman tahun-tahun penuh kecerahan dari penduduknya, kebiasaan sehari-harinya.

silahkan kunjungi juga situs Romain Osi :
http://www.romainosi.com

Written by:
Agne Yasa (2101100080012)

Referensi:
katalog agenda Voila CCF
http://ccf-bandung.org/in/pusat.htm
http://www.romainosi.com


photo source:
http://www.paris-art.com/img/video/parisart-18-Cube-Ossi-10023.jpg
http://www.froggydelight.com/galerie/photos/2007-11-07-Romain_Osi_Uscita-Maison_Europeenne_de_la_Photographie_(Paris)/Romain-Osi-02.jpg

slide source:
http://commonroom.info/2010/keluyuran-urban-photographic-sample-from-bandung-indonesia-romain-osi-fr-14-sd-28-mei-2010/#more-939
00.25

Café Unik Black Coffee Photography

Unik atau aneh, sebuah kedai kopi menamai dirinya juga sebagai café photography, adalah Black Coffee Photography yang terletak di Jalan Badak Singa, di sudut belakang Taman Dago Cikapayang, Bandung.

Didirikan oleh tiga orang, Andri Hariadi, Telly D Aryani, dan Irawan Surya Kusuma sejak April 2009. Awalnya masih di Jalan Cimanuk, baru September 2009, proyek bersama investor ini resmi berpindah di lokasi yang sekarang, tutur Irawan yang akrab dipanggil Yayo ini.

Ide nama Black Coffee Photography muncul dari salah satu pendirinya yang hobi fotografi, juga hobi ngopi dan memang fotografer, yaitu Andri Haryadi. Alumni Fikom Universitas Islam Bandung (Unisba) ini juga merupakan pendiri UKM Fotografi Unisba, JePRET (Jendela Edukasi Pemotret Bandung)


Goals yang ingin dicapai Black Coffee Photography, Irawan mengatakan, “ Kita ingin mengumpulkan komunitas fotografi yang ada di Bandung, sehingga nanti menjadi tempat mereka bisa ngomongin fotografi, dan tempat bisa berkreativitas.”

Black Coffee Photography menyediakan fasilitas berupa tempat untuk komunitas atau pelanggan yang ingin melakukan event pameran fotografi, photo session, talk show, dan lainnya. Meskipun masih terbatas dan apa adanya.

Event yang sudah dilakukan Black Coffee Photography sampai Mei 2010 ini diantaranya Pameran Foto JePRET Panggung Selebrasi, selama satu bulan, bekerjasama dengan Unisba, Talk Show Stage Photography bersama Saint Jaddon (fotografer panggung), dan Pameran foto dari Fikom Bandung.

Event selanjutnya mereka bersama beberapa anggota komunitas berencana akan mengadakan event untuk fotografer perempuan,berupa photo session dengan foto model.

“Ini baru inisiasi. Sekitar bulan depan. Arahannya ingin bikin komunitas fotografer cewe,” kata Irawan.

Untuk kerja sama dengan customer, pihak Black Coffee Photography tidak memungut biaya alias free, tidak kena charge selama masih mengenai fotografi. Walaupun free, pihak Black Coffee Photography mendapat keuntungan dari pembelian makanan dan barter berupa promosi tempat kepada masyarakat.

Di Bandung sendiri, baru Black Coffee Photography yang mempunyai konsep sebagai café yang memadukan coffee dan photography.

Untuk kalian yang berminat bekerja sama dengan Black Coffee Photography ada formulirnya tapi untuk saat ini sudah waiting list.


Pameran bersama JePRET UNISBA, “Panggung Selebrasi”

Panggung Selebrasi adalah tema dari Pameran Foto karya bersama Jendela Edukasi Pemotret Bandung (JePRET) Universitas Islam Bandung, yang diadakan dari tanggal 8 hingga 30 Mei 2010 di Black Coffee Photography dan merupakan rangkaian ulang tahun klub JEPRET ke-sepuluh.
Dari foto-foto yang dikirimkan kepada kurator Firdaus Fadlil (majalah remaja HAI) diperoleh lima puluh foto yang layak pamer. Di sudut bagian dalam, sebagian besar karya dipajang namun dengan tampilan dan peralatan lampu sorot yang apa adanya.


Dalam rentang waktu satu bulan, ada beberapa kegiatan yang dilakukan selain Pameran Foto. Pada pembukaan pameran foto, Sabtu, 8 Mei 2010 dihadirkan bintang tamu Pidi Baiq, One Soul Reggae, Casavana, dan Sixty Nine. Pada Sabtu, 15 Mei 2010 diadakan kegiatan Sharing Foto “Panggung Selebrasi” yang menghadirkan bintang tamu Ener Ji. Pada Sabtu, 22 Mei 2010 diadakan Talk Show dengan tema Stage Photography dengan pembicara Saint Jaddon, fotografer panggung dan menghadirkan bintang tamu Evening Art. Namun, sayang ketika hari terakhir pameran menjadi anti klimaks karena tidak ada prosesi penutupan seperti layaknya pembukaan pada 8 Mei.

Written & Photo by :
Agne Yasa (210110080012)

Referensi :
http://bandung200photofest.wordpress.com/2010/05/25/momen-artifisial-catatan-pameran-bersama-jepret-unisba-“panggung-selebrasi”-8-hingga-30-mei-2010/
00.10

Pasar Metro Atom Pilihan Bagi Pecinta Fotogarfi

Oleh:
Nimas Novi Dwi Arini 210110080009


Pasar Baru kawasan wisata belanja yang terletak di pusat Jakarta terbagi menjadi enam kawasan utama, yakni Metro Pasar Baru, Metro Atom, Harco Pasar Baru, Pasar Baru, Istana Pasar Baru, dan kawasan pintu air. Kawasan belanja yang sudah ada sejak tahun 1820 dan merupkan warisan dari masa penjajahan Belanda. Pasar Baru menyediakan berbagai macam barang mulai dari pakaian hingga barang elektronik. Di Metro Pasar Baru kita dapat menemukan berbagai toko yang menjual pakaian, perhiasan, obat-obatan, jam tangan, dan masih banyak lagi. Sedikit berbeda jika kita beranjak dari Metro Pasar Baru ke kawasan Metro Atom.

Kawasan perbelanjaan Metro Atom menawarkan banyak toko yang menjual kamera ataupun barang elektronik lainnya. Metro Atom sudah dikenal di kalangan pecinta fotografi sebagai kawasan jual-beli kamera analog ataupun digital SLR dengan harga yang cukup murah. Berbagai kamera analog dari berbagai merek dan tahun pembuatan bisa ditemukan di Metro Atom. Selain kamera-kamera analog di pasar ini kita bisa menemukan berbagai peralatan studio foto seperti lampu dan background dengan harga yang cukup murah. Berbagai macam lensa dengan berbagai ukuran juga bisa ditemukan di sini.

Toka Aneka Foto yang sudah ada di Pasar Metro Atom sejak 1990 bisa dijadikan referensi jika mencari kamera dan peralatan studio. Toko yang sudah terkenal di kalangan pecinta fotografi yang berada di Jakarta. Toko ini terbilang sangat lengkap karena menyediakan kamera dari berbagai merek dan jenis. Tidak hanya DSLR saja yang di jual di sini kamera pocket juga dijual di toko ini. Aksesoris kamera seperti vertical grip, flash, dan berbagai filter untuk lensa juga tersedia di sini. Harga yang ditawarkan juga cukup murah jika dibandingkan dengan toko-toko kamera yanga ada di Jakarta.

Selain Aneka Foto di pasar ini masih banyka toko-toko yang menjual dan menerima jasa servis kamera baik analog ataupun digital. Lebih banyak pilihan untuk penyuka jenis kamera analog di pasar ini. Kamera analog bawah air ataupun polaroid juga bisa ditemukan di pasa Metro Atom. Pasar Metro Atom bisa menjadi alternatif belanja bagi para pencinta fotografi.


Referensi:

http://www.iftfishing.com/pages/?p=2392
http://www.anekafoto.com/index.php?menu=produk&kat=8
12.23

ENORMOUSIGHT GFJA XV: “Melihat Sesuatu Lebih Luas dan Menyeluruh”

Oleh:
Nimas Novi Dwi Arini 210110080009


Galeri Foto Jurnalistik Antara atau biasa juga dikenal dengan singkatan GFJA setiap tahunnya mengadakan workshop fotografi jurnalistik yang akan diakhiri dengan pameran yang diikuti oleh para peserta workshop. Tahun ini pameran yang digelar oleh angkatan XV GFJA berjudul Enormousight. Pameran yang sudah digelar sejak 21 Mei 2010 dan akan berakhir pada 21 Juni 2010 ini diikuti oleh 28 fotografer yang sudah mengikuti workshop sebelumnya selama kuarang lebih selama tiga bulan.

Kata Enormousight mempunyai arti ‘melihat sesuatu lebih luas dan menyeluruh’.Foto-foto yang ada di pameran fotografi kali ini bisa dibilang cukup sederhana dan kebanyakan bisa ditemui di sekitar kita. Memang itu lah yang diinginkan oleh para peserta dengan tema yang mereka angkat, obyek-obyek sederhana yang bisa diapandang secara luas. Para fotografer-fotografer yang bergabung di dalam pameran GFJA ini memiliki sudut pandang yang lain tentang keadaan sekitar. Dari balik kameran, mereka bisa dengan jeli menangkap momen yang sepertinya sudah biasa kita lihat sehari-hari tapi ternyata mempunyai makna lain.

Seperti foto essay yang dibuat oleh Titah Hari Parbowo yag sehari-hari bekerja pada sebuah tabloid kuliner menyajikan foto yang berebeda. Foto essay dengan judul “Srikandi-srikandi Malam Sudirman” mengungkap sisi lain ibukota Jakarta yaitu Jalan Sudirman pada malam hari. Di foto ini dikisahkan enam orang perempauan yang bergelut dengan malam di Jalan sudirman, Jakarta. Enam perempuan ini menjadikan malam di Sudirman untuk mencari rejeki. Ada beberapa petikan wawancara antara sang fotografer dengan para srikandi ini salah satunya dengan Haliamah. Halimah yang sudah emapat puluh tahun berdagang di kios, kini menuai hasil dari perjuangannya anaknya sudah ada yang berhasil menajdi sarjana. “Alhamdulillah, dari hasil dagang, anak udah ada yang jadi sarjana,” ungkapnya penuh rasa syukur.

Pameran foto yang sebelumnya telah dibuka oleh Mohammad Nuh selaku Menteri Pendidikan Republik Indonesia ini akan berlangsung dengan berbagai kegiatan. Pada 2 Juni 2010 akan diadakan seminar dengan pembicara Feri Latief (Kontributor National Geographic Indonesia ) di UMN (Universitas Mulimedia Nusantara). Sedangkan pada 8 Juni akan diadakan juga seminar dengan menghadirkan Bea Wiharta (Reuters Photographer) di ABFI Institute PERBANAS. Jay Subiakto juga akan hadir sebagai pembicara pada 19 Juni di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jl. Antara No.61 , Pasar Baru, Jakarta.

Referensi:
Katalog Pameran Foto “Enormousight”, Galeri Foto Jurnalistik Antara 2010
http://enormousight.blogspot.com/search?updated-min=2010-01-01T00%3A00%3A00-08%3A00&updated-max=2011-01-01T00%3A00%3A00-08%3A00&max-results=1
07.59

E-PL 1 NEW GENERATION SYSTEAM CAMERAS LAUNCHING



Oleh:
Nimas Novi Dwi Arini 210110080009

Atrium Bandung Super Mall (BSM) cukup ramai dipadati pengunjung yang hadir pada peluncuran prodak kamera terbaru Olympus E-PL 1. Acara peluncuran E-PL1 ini juga sudah diadakan di Surabaya, Yogyakarta, Pekanbaru, dan Medan. Dengan mengusung Darwis Triadi dan Zivanna Letisha Siregar sebagai ikon dari produk ini. Acara yang diadakan sejak 28 Mei dan berakhir pada 30 Mei ini diisi dengan berbagai macam workshop dan pameran foto.Pameran foto oleh Darwis Triadi, Arbain Rambey, Makarios Soekojo, id olympia, dan fourthird club surabaya dengan menggunkan kamera E-P1, E-P2, dan EPL-1. Selain itu workshop tentang fotografi pun diadakan sejak hari pertama hingga hari terakhir pelaksaanan peluncuran prodak ini di BSM. Pada 28 Mei Arbain Rambay memberikan workshop dengan tema " Proyeksi Masa Depan Fotografi ". Darwis Triadi juga memberikan workshop tentang fotografi yaitu tentang " Discover Your Wonder". Hari kedua yang diisi oleh Darwis Triadi direspon dengan cukup baik oleh pengunjung apalagi ketika sesi hunting bersama Darwis yang pada saat itu membawa dua model. Makarios Sokojo yang sudah terkenal sebagai fotografer art dan landscape memberikan workshop mengenai " Membentuk Warna Optimal" .


Olympus yang sejak dahulu sudah bergerak di bidang optik dan juga gambar sudah tidak asing lagi mengeluarkan prodak-prodak kameranya. Kali ini Olympus mencoba membuata terobosan baru dengan EPL-1 setelah sebelumnya telah meluncurka E-P1 dan EP-2. EPL-1 masuk dalam kategori Pen Series Olympus. Berangkat dari ide untuk membuat kamera dengan ukuran dan desain kompak, ringan, dan juga memudahkan pengguna untuk memotret di mana saja, kapan saja terciptalah kamera E-P1, E-P2, dan yang terbaru EPL-1. EPL-1 merupakan penyempuraan dari dua kamera sebelumnya. Fitur-fitur yang ditawarkan dari kamera ini adalah 12,3 megapixelhigh-speed live mos image sensor, built-in image stabilizition, HD movie recording, 6 art filters, dust reduction systeam, intellegent auto with live guide dan i-enchance, multi-aspect, dan built-in flash.

EPL-1 dilengakpi dengan 12,3 megapixel sudah menjawab pertanyaan apakah resolusi dari gambar yang dihasilkan sama dengan hasil gambar DSLR. Kebanyakan DSLR yang ada beresolusi 10 megapixel jadi kamera dengan desain kompak dan ringan bisa memberikan hasil yang tak kalah dengan DSLR. Selain itu EPL-1 bisa meggunkan lensa DSLR dengan merek apa saja tetapi harus menggunakan adaptor yang dijual terpisah. Untuk yang senang memotret di bawah laut kamera ini juga sudah bisa menggunakan underwater cover. Live guide yang menjadi salah satu fitur di dalam kamera ini juga mempermudah penggunanya yang masih belum mahir tentang teknik-teknik fotografi seperti bluring atau freezing.


Dengan fitur-fitur yang memudahkan membuat kamera ini mempunyai berbagai keunggulan jika dibandingkan dengan DSLR yang sudah ada. Modelnya yang kompak dan kecil memudahkan untuk mengabadikan momen-momen di manapun. Tetapi harga yang masih yang tinggi membuat kamera ini sulit dijangkau oleh kalangan yang menggembari fotografi tetapi dengan kocek yang tidak terlalu banyak.